Nama : Firdausy Nursari Murti
Kelas : 1KA19
NPM : 14114263
Seusai
pesta demokrasi pemilu presiden 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014
lalu, banyak hal yang menguji wawasan cara berpolitik masyarakat di Indonesia. Seperti
yang kita ketahui bahwa pemilu 2014 ini terdapat dua kandidat, yang pertama
adalah kandidat nomor 1 yaitu pasangan Bapak Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa
dan kandidat nomor 2 yaitu pasangan Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pada
saat pasca kampanye berbagai partai saling berlomba-lomba untuk menarik hati
masyarakat. Tapi dalam menarik hati masyarakat untuk menyuarakan partainya,
partai-partai tersebut melakukan berbagai hal, baik dalam hal yang negatif
maupun dalam hal yang positif. Dalam hal negatif dapat dilihat adanya money
politic (politik uang), adapula yang menggunakan uang untuk menambah suara
koalisinya dan berbagai hal seperti menjelek-jelekan koalisi lawannya. Dalam
hal positif kita dapat mempelajari sikap jujur, adil, dan bijak dalam
menentukan suara mana yang akan kita berikan.
Setelah
pesta demokrasi berlangsung, banyak lembaga quick count yang menghitung hasil
survei mereka dan menampilkannya di banyak stasiun televisi swasta maupun
nasional di Indonesia. Pada tanggal 22 Juli
2014, KPU mengumumkan hasil pilpres. Pada akhirnya presiden yang
terpilih adalah kandidat nomor 2 yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Namun, kubu
Merah Putih sangat tidak terima karena menurut analisa mereka, banyak
kecurangan yang dilakukan oleh pendukung Jokowi-JK saat pemilu berlangsung.
Kubu Prabowo pun bergegas menuntut KPU di Mahkamah Agung agar
kecurangan-kecurangan tersebut terbongkar saat disidangkan. Semua wakil KPUD
dan wakil dari masing-masing kubu didatangkan ke Jakarta untuk menjadi saksi
pada sidang antara kubu Prabowo-Hatta dan KPU.
Setelah
sidang berlangsung selama beberapa kali, keluarlah hasil sidang yang
mengumumkan bahwa, Presiden Indonesia yang terpilih pada tahun 2014 ini adalah
Jokowi&Jusuf Kalla. Pendukung Jokowi-JK mungkin lega, namun pendukung
Prabowo harus segera redam emosi mereka agar tidak terjadi kekacauan
dimana-mana. Walaupun sudah terjadi kerusuhan dibeberapa titik diwilayah
Indonesia. Maka dari itu, dibutuhkanlah banyak tokoh-tokoh nasional serta tokoh
agama untuk meredam kondisi masyarakat
di Indonesia agar kembali normal. Karena jika dibiarkan Negara Indonesia
akan menjadi lemah, dan musuh atau Negara lain akan membuat permasalahan baru
di Indonesia. Seperti yang kita ketahui karir bapak Joko Widodo ini sangatlah
meningkat secara cepat. Tetapi pasti dibalik semua itu ada maksud yang baik
agar bangsa Indonesia dapat lebih sejahtera. Menurut saya kinerja Bapak Jokowi
juga sudah baik, bahkan sebelum beliau terpilih sebagai presiden. Seperti
membuat banyak kartu berfasilitas yang ditujukan untuk masyarakat yang tidak
mampu dan membuat banyak aturan yang memang berdampak positif untuk masyarakat.
Semakin
hari keadaan Indonesia semakin stabil, hingga pada tanggal 20 Oktober
dilantiklah Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014 yaitu Joko Widodo dan
Jusuf Kalla. Beberapa hari setelah pelantikan, Jokowi-JK segara menyusun
kabinet atau menteri mereka tanpa adanya keraguan. Kabinet ini akhirnya diumumkan
pada Minggu (26/10/2014), di halaman Istana Negara, Jakarta. Kabinet Jokowi-JK
diberi nama “Kabinet Kerja” yang terdiri dari 34 Menteri. Presiden Joko Widodo
dan Wapres Jusuf Kalla membacakan susunan kabinetnya di taman belakang Istana
Negara. Susunan kabinet ini berasal dari kalangan profesional, usulan partai
politik pengusung pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 (PDI Perjuangan, PKB,
Partai NasDem, dan Partai Hanura) ditambah PPP yang bergabung setelahnya, serta
tim sukses pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Seperti namanya “kabinet kerja”
saya harap apa yang dilakukan oleh kabinet kerja jokowi sesuai dengan nama
kabinetnya itu sendiri, agar mereka bekerja dengan baik sesuai dengan peraturan
yang ada dan juga dapat membantu presiden dalam memajukan negara Indonesia
dalam segala bidang.
![]() |
| Susunan "Kabinet Kerja" Jokowi-JK |
Saya
serta bangsa Indonesia mengharapkan semoga lima tahun kedepan pemerintah yang
dipimpin oleh Bapak Jokowi-JK dapat lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Penting
bagi Bapak Jokowi-JK menangkal intervensi dari kekuatan asing yang selalu
berusaha mempertahankan kebijakan dan agenda neoliberalisme dalam pemerintahan
NKRI, kabinet ini pula harus bersih dari korupsi demi menyelamatkan triliunan
uang rakyat. Tujuannya, agar triliunan uang negara bisa benar-benar digunakan
untuk pembangunan. Pembangunan ini sangat di perlukan oleh rakyat indonesia
yang masih belum merasakan perubahan pembangunan di daerahnya. Serta dapat
membawa bangsa Indonesia menjadi lebih kompeten di dunia apalagi pada era
globalisasi ini.
