Kamis, 31 Maret 2016

Perkembangan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang Berkaitan Dengan Bisnis dan Industri


Pada bahasan artikel kali ini saya akan membahas peranan teknologi informasi & sistem informasi dalam bidang industri dan bisnis, sebelumnya mari kita telaah terlebih dahulu pengertian dari masing-masing komponen pokok bahasan tersebut.
1.  Teknologi Informasi
Teknologi informasi adalah teknologi pendukung dari sistem informasi, yaitu sistem berbasis TI yang mengelola komponen - komponennya berupa hardware, software, netware, dataware dan brainware untuk melakukan transformasi data menjadi informasi.
 
2.  Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu susunan orang, data, proses dan teknologi informasi yang saling berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan memberikan hasil berupa informasi yang dibutuhkan untuk menunjang sebuah perusahaan.
 
3.  Industri
Industri merupakan kegiatan ekonomi dengan memproses atau mengolah bahan-bahan atau barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, seperti mesin untuk menghasilkan barang atau jasa.
 
4.  Bisnis
Bisnis adalah salah satu bagian hidup masyarakat yang sangat terpengaruh perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi menjadi sangat penting dan berpengaruh terhadap perkembangan suatu industri dalam bisnis. Contoh dari teknologi informasi yang sangat memperngaruhi bisnis adalah penggunaan internet, komputer, telekomunikasi, satelit, dsb.
Jadi apakah hubungan keempat aspek tersebut? Menurut saya hubungannya adalah Peranan  teknologi informasi (TI) dan  Sistem Informasi(SI)  telah memacu cara baru bagi organisasi / individu dalam menjalankan berbagai bisnis,salah satunya bisnis dibidang industri ,TI & SI telah menjadikan kegiatan-kegiatan bisnis industri menjadi lebih cepat, mudah dan efisien. Berbagai laporan ekonomi di berbagai negara semakin mengakui pentingnya teknologi dalam meningkatkan produktivitas. Berbagai pakar dalam bidang teknologi sudah memperkirakan bahwa ke depannya teknologi akan berperan penting terutama setelah banyak industri yang merekapitulasi biaya dan hal-hal lain terkait bisnis mereka dengan menggunakan teknologi.
Dampak Teknologi Informasi Dalam Dunia Bisnis
Saat ini teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat dimana perkembangannya tidak dapat di hindari. Perkembangan teknologi informasi, tidak hanya dapat membantu cara hidup kita menjadi lebih modern dalam kehidupan sehari-hari, dunia bisnis pun ikut terbantu dengan perkembanganteknologi saat ini. Perkembangan teknologi informasi di dalam dunia bisnis memiliki dampak positif dan negatif diantarannya:
Dampak Positif
a.  Munculnya model bisnis baru yang biasa disebut dengan E-Businnes dan E-Commerce.
b. Banyaknya minat dari berbagai perusahaan untuk memperluas cakupan bisnisnya di dunia maya. Memunculkan lapangan kerja baru, yaitu jasa pembuatan website  dan layanan hosting.
c.  Adanya kemudahan dalam memulai sebuah bisnis dengan munculnya forum-forum jual beli dan media pertemanan, karena promosi menjadi lebih murah dan jaringan marketing lebih luas.
Dampak Negatif
a.  Dengan berlakunya sistem uang online (ATM, Kartu Kredit,dll) memunculkan modus baru dalam
pembobolan rekening bank.
b. Berhubung teknologi internet harus selalu didukung dengan listrik, jika sewaktu-waktu listrik padam, memungkinkan terjadinya miss-transaksi yang berpotensi merugikan nasabah dan bank sendiri.
c.  Rentannya peretasan data bank yag sudah terkomputerisasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Tujuan
·         Menganalisis perkembangan teknologi informasi dalam industri.
·         Mengetahui pemanfaatan teknologi informasi dalam industri-industri dunia.
·         Mengetahui penerapan teknologi dan sistem informasi dalam industri.
 
Contoh Aplikasi Dalam Industri Makanan
Populasi manusia semakin bertambah setiap tahun. Dampaknya terlihat pada peningkatan kebutuhan akan pangan sehingga banyak orang yang memutuskan untuk menjalankan bisnis di bidang makanan. Industri makanan diperkirakan merupakan sektor pendukung ekonomi di berbagai negara dengan keuntungan yang besar. Berdasarkan National Restaurant Association, sebuah organisasi pendukung dalam melakukan bisnis di bidang makanan, layanan industri makanan akan mengalamai peningkatan nilai jual yang akan melebihi angka 632 miliar dollar di masa yang akan datang. Hal ini mendorong banyak restoran akan menggunakan teknologi untuk membantu banyak aspek seperti penjualan dan pelayanan.
Beberapa aplikasi yang sudah digunakan di berbagai restoran atau industri makanan adalah penggunaan kartu kredit untuk melakukan pembayaran dan pemesanan makanan dengan menggunakan aplikasi berbasis layar sentuh. Akan tetapi, ada beberapa teknologi yang lebih canggih telah digunakan berbagai toko yang dapat mendorong potensi berkembangnya bisnis makanan secara global. Teknologi tersebut di antara lain:
Mesin vendor makanan berbasis touchscreen
Mesin vendor seperti MooBella yang menjual es krim dapat memproduksi berbagai variasi rasa es krim dalam waktu yang cepat yakni sekitar 40 detik. Contoh lainnya adalah mesin Coca-Cola’s Freestyle Soda Fountain yang dapat menghasilkan minuman dengan berbagai rasa sesuai keinginan hanya dengan satu mesin berbasis layar sentuh. Dari segi biaya, mesin ini memang tidak dapat dikatakan murah. Akan tetapi, kebutuhan masyarakat yang lebih bervariasi dari waktu ke waktu dapat mendorong daya jual produk dari mesin sehingga akan menutupi biaya pembelian mesin.
Pengelolaan restoran dengan aplikasi berbasis tablet pc
Breadcrumb merupakan suatu aplikasi yang menyediakan tampilan visual dari meja, menu makanan dan bahan makanan yang digunakan, informasi pembayaran makanan, dan tiket pemesanan meja yang menggunakan perangkat berupa tablet pc. Aplikasi ini akan mengirim semua data yang dipesan pelanggan restoran langsung ke dapur sehingga akan mempermudah pelayanan dan mempercepat produksi makanan. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan aplikasi ini berkisar antara $99 hingga $399 tanpa ada tambahan untuk setiap update aplikasi.
Aplikasi Teknologi Informasi Pada Dunia Bisnis
 
Penerapan TIK pada bidang bisnis misalnya, TIK telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness, e-commerce, e-banking dan lain-lain.

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bisnis dapat dilihat dari efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan Teknologi Informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan

Jadi salah satu contoh aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce.
Aplikasi E-Commerce di Indonesia
·         Lazada.co.id
Adalah perusahaan E-Commerce yang merupakan cabang dari Rocket internet di Berlin, Jerman. Lazada Indonesia beroperasi tahun 2012. Menjual berbagai macam produk baik pakaian, elektronik, alat rumah tangga, bahkan mobil.
·         Elevenia.co.id
Adalah toko online yang beroperasi mulai 1 Maret 2014. Didirikan oleh perusahaan joint venture, yaitu XL Axiata dan SK Planet.
·         Traveloka.com
Berdiri pada tahun 2012. E-Commerce yang melayanii pembelian tiket pesawat. Para pendirinya adalah lulusan Amerika. Dengan keahliannya di bidang TI dan pengalaman bekerha untuk perusahaan IT yang sudah mendunia, maka tak heran traveloka.com mencapai sukses walaupun tidak didukung dengan pendanaan yang besar.

Dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi dan Sistem Informasi dapat mendukung perkembangan industri dan penghasilan negara jika didukung oleh sistem, infrastruktur peralatan teknologi informasi dan sumber daya manusia yang memadai, dan akselerasi teknologi informasi di masing-masing negara dunia juga mempengaruhi persaingan industri secara global. Negara-negara berkembang harus dapat mengejar ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk dapat bersaing dengan negara-negara maju.

Sumber :