Senin, 10 November 2014

Kondisi Politik Indonesia Dari Pemilu 2014 Hingga Terbentuknya Kabinet Kerja

Nama   : Firdausy Nursari Murti
Kelas   : 1KA19
NPM    : 14114263


                Seusai pesta demokrasi pemilu presiden 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 lalu, banyak hal yang menguji wawasan cara berpolitik masyarakat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa pemilu 2014 ini terdapat dua kandidat, yang pertama adalah kandidat nomor 1 yaitu pasangan Bapak Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dan kandidat nomor 2 yaitu pasangan Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pada saat pasca kampanye berbagai partai saling berlomba-lomba untuk menarik hati masyarakat. Tapi dalam menarik hati masyarakat untuk menyuarakan partainya, partai-partai tersebut melakukan berbagai hal, baik dalam hal yang negatif maupun dalam hal yang positif. Dalam hal negatif dapat dilihat adanya money politic (politik uang), adapula yang menggunakan uang untuk menambah suara koalisinya dan berbagai hal seperti menjelek-jelekan koalisi lawannya. Dalam hal positif kita dapat mempelajari sikap jujur, adil, dan bijak dalam menentukan suara mana yang akan kita berikan.
                Setelah pesta demokrasi berlangsung, banyak lembaga quick count yang menghitung hasil survei mereka dan menampilkannya di banyak stasiun televisi swasta maupun nasional di Indonesia. Pada tanggal 22 Juli  2014, KPU mengumumkan hasil pilpres. Pada akhirnya presiden yang terpilih adalah kandidat nomor 2 yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Namun, kubu Merah Putih sangat tidak terima karena menurut analisa mereka, banyak kecurangan yang dilakukan oleh pendukung Jokowi-JK saat pemilu berlangsung. Kubu Prabowo pun bergegas menuntut KPU di Mahkamah Agung agar kecurangan-kecurangan tersebut terbongkar saat disidangkan. Semua wakil KPUD dan wakil dari masing-masing kubu didatangkan ke Jakarta untuk menjadi saksi pada sidang antara kubu Prabowo-Hatta dan KPU.
              Setelah sidang berlangsung selama beberapa kali, keluarlah hasil sidang yang mengumumkan bahwa, Presiden Indonesia yang terpilih pada tahun 2014 ini adalah Jokowi&Jusuf Kalla. Pendukung Jokowi-JK mungkin lega, namun pendukung Prabowo harus segera redam emosi mereka agar tidak terjadi kekacauan dimana-mana. Walaupun sudah terjadi kerusuhan dibeberapa titik diwilayah Indonesia. Maka dari itu, dibutuhkanlah banyak tokoh-tokoh nasional serta tokoh agama untuk meredam kondisi masyarakat  di Indonesia agar kembali normal. Karena jika dibiarkan Negara Indonesia akan menjadi lemah, dan musuh atau Negara lain akan membuat permasalahan baru di Indonesia. Seperti yang kita ketahui karir bapak Joko Widodo ini sangatlah meningkat secara cepat. Tetapi pasti dibalik semua itu ada maksud yang baik agar bangsa Indonesia dapat lebih sejahtera. Menurut saya kinerja Bapak Jokowi juga sudah baik, bahkan sebelum beliau terpilih sebagai presiden. Seperti membuat banyak kartu berfasilitas yang ditujukan untuk masyarakat yang tidak mampu dan membuat banyak aturan yang memang berdampak positif untuk masyarakat.
                Semakin hari keadaan Indonesia semakin stabil, hingga pada tanggal 20 Oktober dilantiklah Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014 yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Beberapa hari setelah pelantikan, Jokowi-JK segara menyusun kabinet atau menteri mereka tanpa adanya keraguan. Kabinet ini akhirnya diumumkan pada Minggu (26/10/2014), di halaman Istana Negara, Jakarta. Kabinet Jokowi-JK diberi nama “Kabinet Kerja” yang terdiri dari 34 Menteri. Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla membacakan susunan kabinetnya di taman belakang Istana Negara. Susunan kabinet ini berasal dari kalangan profesional, usulan partai politik pengusung pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 (PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, dan Partai Hanura) ditambah PPP yang bergabung setelahnya, serta tim sukses pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Seperti namanya “kabinet kerja” saya harap apa yang dilakukan oleh kabinet kerja jokowi sesuai dengan nama kabinetnya itu sendiri, agar mereka bekerja dengan baik sesuai dengan peraturan yang ada dan juga dapat membantu presiden dalam memajukan negara Indonesia dalam segala bidang.
Susunan "Kabinet Kerja" Jokowi-JK
                Saya serta bangsa Indonesia mengharapkan semoga lima tahun kedepan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Jokowi-JK dapat lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Penting bagi Bapak Jokowi-JK menangkal intervensi dari kekuatan asing yang selalu berusaha mempertahankan kebijakan dan agenda neoliberalisme dalam pemerintahan NKRI, kabinet ini pula harus bersih dari korupsi demi menyelamatkan triliunan uang rakyat. Tujuannya, agar triliunan uang negara bisa benar-benar digunakan untuk pembangunan. Pembangunan ini sangat di perlukan oleh rakyat indonesia yang masih belum merasakan perubahan pembangunan di daerahnya. Serta dapat membawa bangsa Indonesia menjadi lebih kompeten di dunia apalagi pada era globalisasi ini.
                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar