v Tugas Softskill Ke-3
v Mata Kuliah : Teori Organisasi Umum
2
A.
JENIS – JENIS PASAR
1. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan suatu
pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang diproduksi adalah
barang homogen atau barang yang sama dan penjual tidak memiliki kebebasan dalam
menentukan harga.
Contoh produknya adalah seperti beras,
gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna
:
– Jumlah
penjual dan pembeli banyak
– Barang
yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
– Penjual
bersifat pengambil harga (price taker)
– Harga
ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
– Posisi
tawar konsumen kuat
– Sulit
memperoleh keuntungan di atas rata-rata
–
Sensitif terhadap perubahan harga
– Mudah
untuk masuk dan keluar dari pasar
2. Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual(produsen)
saja sehingga pembeli tidak punya pilihan dan penjual memiliki pengaruh besar
dalam perubahan harga.
Contohnya seperti perusahaan berlian, emas, minyak bumi, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api
(perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
– Hanya
terdapat satu penjual atau produsen
– Harga
dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
– Umumnya
monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
– Sulit
untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya
yang sulit didapat
– Hanya
ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
– Tidak
butuh strategi dan promosi untuk sukses
3. Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik adalah suatu pasar yang memiiki banyak produsen yang menjual
barang sejenis akan tetapi barang produksi mereka memeliki corak ciri
khas yang membedakannya satu sama lain.
Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), sampo, motor, sabun, pulpen,
buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
– Untuk
unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
– Mirip
dengan pasar persaingan sempurna
– Brand
yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
–
Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
– Relatif
mudah keluar masuk pasar
4. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli yaitu pasar yang hanya terdapat beberapa produsen di dalamnya
yang saling mempengaruhi dan bersaing dalam kualitas barang.
Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen
di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, perusahaan
baja, perusahaan mobil, perusahaan alat – alat listrik dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
– Harga
produk yang dijual relatif sama
–
Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
– Sulit
masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
–
Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
B.
PENGERTIAN DAN KONSEP - KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
1.
Perputaran Roda Perekonomian
Pertumbuhan Ekonomi dalam sebuah negara biasanya
dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut,yakni seberapa
besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun.Pertumbuhan ini
dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun
dengan nilai output sektor tersebut dan dikali 100% kemudian dikurangi 100.Bila
GDP mengalami pertubuhan yg tinggi berarti pendapatan masyrakat mengalami
pertumbuhan yg tinggi.GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yg
berlaku dan harga konstan.
·
Pengeluaran Agregat (Aggregate spending)
Pengeluaran Agregat ini sama dengan permintaan
aggregat karna konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah
tangga,investor,pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan
jasa.Pengeluaran Aggregate itu dapat di golongkan menjadi 4 komponen, yaitu :
a. pengeluaran konsumsi rumah tangga
b. pengeluaran investasi oleh pengusaha (bisnis)
c. pengeluaran pemerintah
d. pemerintah luar negeri
·
Pengeluaran Konsumsi
Merupakan bagian terbesar dari permintaan aggregat
yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yg
dibutuhkan.Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di indonesia
diperkirakan 65% dari total GDP.Kosumsi dapat di bagi menjadi 3 yaitu barang
tahan lama,barang tidak tahan lama,dan jasa.
·
Pengeluaran Investasi
Investasi adlh tambahan terhadap akumulasi modal
ditambah dengan perubahan persedian.Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam
penambahan stok modal.Investasi adalah aktifitas yg bisa meningkatkan kemampuan
ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa di masa mendatang.
·
Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah yg diperlukan agar roda
permerintahan dapat berjalan dengan baik.Pengeluaran pemerintah ini tercantum
dalam anggaran belanja dan pendapatan nasional ( APBN ).Barang dan jasa yg
dibeli oleh pemerintah tidak dihitung ke nilai tambahnya (value added) seperti
halnya pada barang konsumsi karna barang dan jasa yg diproduksi oleh pemerintah
pada umumya adalah gratis.Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun tidak
dihitung dalam GDP karena tidak termasuk ke dalam pembelian barang atau jasa.
2.
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Ada 3 konsep
pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, antara
lain adalah seperti ini :
1.Pendekatan pendapatan
Dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah,
sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara
selama satu periode tertentu.
2.Pendekatan produksi
Dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang
dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan
niaga selama satu periode tertentu.
3.Pendekatan pengeluaran
Dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran
untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu
periode tertentu.
3. Masalah dan
Keterbatasan Perhitungan PDB
a. Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas
tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah
penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin
bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar
ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu
negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak
memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita
kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara.
Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun
1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan
pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit
berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika
serikat akan bertambah.
Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah
distribusi pendapatan. Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik,
tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan
untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi
penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial
dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.
b. Perhitungan
PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai
adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan
jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat
PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per
kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat
dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin
tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan
perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan
memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi
dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi
pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak
diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang
dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang.
Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang
diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung.
Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat
kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa
kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah
jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal).
Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut
lebih tinggi di banding negara-negara miskin.
c. PDB Per
Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar
negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk
makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64
tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan
produktivitasnya dapat makin baik.
Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah
kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat
terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat
produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah
kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi.
Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan
kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan
jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua
sektor tersebut amat tinggi.
Faktor-faktor nonekonomi : Yang tercakup dalam
faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan
dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab
selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di
sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi
kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara
yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi
bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad
yang lalu.
d. Penghitungan
PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh
Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena
itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu
negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat.
Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke
pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan
pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan
ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di
negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan
oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum.
Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat
bius dan obat-obat terlarang lainnya.
Sumber :